Pengapuran (Osteoartritis) Sendi Lutut

Pengapuran sendi lutut mengakibatkan nyeri, sehingga aktivitas terganggu. Beragam jenis terapi dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini, bergantung derajat kerusakan yang terjadi.

Sudah tiga minggu, Heidi (52 th) merasakan nyeri di kedua lutut. Awalnya nyeri dirasakan saat aktivitas tinggi. Misalnya saat pergi ke pasar atau saat naik turun tangga. Belakangan nyeri tersebut juga muncul saat menekuk lututnya, sedang sholat atau saat ingin jongkok. Selama ini berat badan Heidi memang berlebih. Dengan tinggi sekitar 160 cm, berat badannya mencapai 75 kg. Tak tahan dengan nyeri yang diderita, akhirnya pergi ke dokter. Setelah dilakukan pemeriksaan fisik dan foto rontgen, dokter menemukan adanya pengapuran atau osteoartritis pada kedua lututnya

Mengapa terjadi pengapuran?

Sendi lutut merupakan sendi dengan beban kerja yang cukup berat. Saat berdiri tegak, sendi ini dalam posisi mengunci agar posisi tubuh stabil. Sedangkan saat berjalan, sendi ini berperan laiknya engsel, sehingga gerakan kaki menjadi fleksibel. Saat kita berlari, atau berolahraga, sendi ini harus dapat menahan beban putaran dan daya saat kaki menekuk, melompat atau saat berlari. Hal ini menunjukkan bahwa sendi lutut memegang peranan penting dalam setiap posisi atau gerakan tubuh.

Di dalam sendi lutut, terdapat tiga komponen tulang. Ujung tulang paha (femur), tulang tungkai bawah (tibia) dan tulang lutut (patella). Pada bagian ujung dari tulang, terdapat komponen yang disebut dengan tulang rawan. Tulang rawan berperan melapisi ujung tulang di persendian. Dengan adanya tulang rawan, ketiga tulang tersebut bertemu, namun tidak terjadi gesekan, dan gerakan sendi menjadi mulus.

Sesuai perjalanan usia, pada orang tua akan terjadi kerusakan pada tulang rawan (kartilago) sendi. Selain faktor usia, ada juga faktor lain yang dapat mempercepat proses kerusakan. Misalnya saja infeksi, trauma, aktivitas yang tinggi atau berat badan berlebih. Jika terjadi kerusakan, maka tulang rawan menjadi tipis dan permukaannya tidak rata. Akibatnya terjadi gesekan diantara tulang, menimbulkan nyeri.

Selain itu pengapuran sendi lutut, juga dapat disebabkan oleh bentuk sendi yang tidak normal. Misalnya menekuk keluar (valgus), atau menekuk ke dalam (varus). Kondisi ini mengakibatkan beban tubuh tidak lagi berada pada tempat yang ideal, melainkan bergeser ke arah luar atau ke dalam. Bagian  yang mengalami beban berat akan lebih cepat mengalami pengapuran di banding bagian yang tidak mendapat beban.

Kerusakan pada tulang rawan mengakibatkan gerakan tidak lagi mulus. Ujung-ujung tulang bertemu dan bergesekan satu sama lain. Kerusakan tulang rawan merangsang pertumbuhan tulang baru di dalam sendi, dikenal dengan osteofit. Dengan adanya osteofit, nyeri bertambah parah, dan tentu saja aktivitas terganggu.

Perlu diketahui bahwa bahwa selama ini ada di kalangan kalangan awam yang salah mengartikan pengapuran osteoporosis. Osteoporosis merupakan pengeroposan tulang, sedangkan osteartritis adalah kerusakan pada tulang rawan sendi (kartilago)

Diagnosis Pengapuran

Untuk menentukan ada tidaknya pengapuran pada sendi, selain melakukan pemeriksaan fisik, dokter juga akan melakukan pemeriksaan penunjang. Misalnya saja melakukan foto rontgen. Pemeriksaan ini penting untuk mengetahui kondisi sendi lutut dan memperkirakan derajat kerusakan.

Jika dicurigai adanya masalah pada jaringan lunak, semisal pada ligamen (urat) atau pada tendon di daerah sendi lutut, maka akan dilakukan pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI). Pemeriksaan ini dapat menemukan adannya robekan, atau penyakit lain, pada jaringan lunak di daerah lutut semisal otot, tendon atau ligamen. Penyebab kerusakan beragam diantaranya trauma atau infeksi.

Bagaimana pengobatannya?

Ada beberapa lini terapi yang digunakan untuk mengatasi pengapuran pada sendi lutut. Tahap awal biasanya diberikan obat penghilang rasa nyeri. Obat Anti Inflamasi Non Steroid (AINS), semisal asam mefenamat, ibuprofen, dan piroksikam dapat digunakan. Efek samping obat jenis ini, terjadi gangguan lambung. Selain itu minum, dapat diberikan anti nyeri yang dioleskan langsung ke kulit. Berbentuk jel, atau spray, disemprotkan langsung di daerah kulit sekitar lutut.

Jenis AINS yang terbaru dikenal dengan COX-2 inhibitor. Efek samping obat ini terhadap saluran cerna lebih kecil dibanding dengan obat AINS biasa. Belakangan diketahui bahwa obat ini ternyata menimbulkan risiko serangan jantung dan stroke. Sehingga penggunaanya pada penderita yang memiliki risiko serangan jantung atau stroke perlu diwaspadai.

Jika pengobatan kurang mendapatkan hasil, dianjurkan untuk melakukan fisioterapi. Latihan dapat dilakukan dengan bantuan ahli fisioterapi, untuk mendapatkan gerak yang normal pada lutut, dan menghilangkan nyeri. Latihan yang dilakukan juga dapat meningkatkan kemampuan otot di sekitar lutut, sehingga lebih stabil dan posisi tubuh seimbang.

Terapi lain adalah dengan menyuntikan langsung obat ke sendi lutut untuk menghilangkan rasa nyeri. Efek terapi dapat bertahan hingga beberapa bulan. Dokter akan mempertimbangkan masak-masak sebelum melakukan tindakan ini, karena jika terlalu sering malah mengakibatkan kerusakan tulang rawan sendi.

Rubah gaya hidup

Gaya hidup diketahui berperan terhadap terjadinya osteoartritis. Berat badan berlebih mengakibatkan tekanan pada lutut besar, mengakibatkan kerusakan tulang rawan sendi lutut. Menurunkan berat badan merupakan anjuran yang perlu diperhatikan bagi penderita pengapuran lutut.

Selain itu sebaiknya berolahraga untuk memperkuat otot di sekitar lutut. salah satunya latihan otot quadriceps. Otot ini berada di bagian depan paha, dan menjadi lebih lemah pada penderita osteoartritis lutut. Telah dibuktikan bahwa latihan otot ini tidak hanya meningkatkan kesehatan tubuh, melainkan juga dapat mengurangi rasa nyeri.

Latihan otot quadrisep

Adabeberapa latihan yang dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri lutut. Paling mudah dilakukan dalam posisi duduk diatas kursi

  1. Straight-leg raise: dalam posisi duduk tegak. Angkat dan tegangkan kaki, tahan hingga gitungan 10, kemudian turunkan perlahan. Ulangi gerakan tersebut hingga setidaknya 10 kali untuk setiap kaki.
  2. Straight-leg raise: dalam posisi berbaring. Satu lutut ditekuk, sedangkan lutut yang lain lurus. Angkat kaki yang lurus, pertahankan sekitar 5 detik, kemudian turunkan. Lakukan latihan yang sama untuk kaki sisi yang lain, setidaknya dalam satu minggu dua kali.
  3. Latihan kekuatan otot. Setidaknya satu minggu sekali, saat berbaring dapat melakukan latihan otot. Pertama letakkan handuk digulung di bawah tumit kaki yang akan dilatih. Kemudian tekuk lutut yang tidak dilatih. Pada kaki yang diluruskan, gunakan otot kaki untuk menekan lutut kebawah, kearah lantai. Tahan dalam lima hitungan, selanjutnya lemaskan kembali, terus ulangi latihan tersebut.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri :

  1. Pastikan anda tidak menekuk lutut dalam waktu lama. Misalnya tidak meletakkan bantal dibawah lutut saat tidur malam hari. Cobalah  untuk meluruskan lutut meskipun terasa agak nyeri
  2. Gunakan sepatu –terutama sepatu olahraga -  yang sesuai untuk kaki dan terasa nyaman, sehingga dapat berperan sebagai peredam getaran terhadap lutut.
  3. Jangan diam terlalu lama, tetap gerakkan lutut, namun jika jika nyeri segera istirahat. Saat nyeri berkurang, aktivitas dapat dilanjutkan.
  4. Gunakan tongkat untuk menopang berat badan tubuh jika memang diperlukan.
  5. Gunakan pegangan tangan saat naik tangga. Naik tangga satu persatu, kaki sehat terlebih dahulu. Saat turun, dahulukan kaki yang nyeri, diikuti oleh kaki sehat. Tetap berpegangan pada penopang.

Apakah perlu pembedahan?

Tindakan ini dilakukan sebagai alternatif terakhir pengobatan pengapuran sendi lutut. Hal ini dilakukan jika pengobatan oral, fisioterapi, atau suntikan ke dalam sendi lutut tidak memberikan hasil memadai.Adabeberapa jenis tindakan pembedahan yang dapat dilakukan, diantaranya :

Artroskopi dilakukan dengan menggunakan kamera kecil yang dimasukkan ke dalam sendi. Alat ini dapat mengetahui tingkat kerusakan pada sendi lutut. Kotoran di sendi lutut dapat dibersihkan, sehingga diharapkan nyeri berkurang.

Osteotomy merupakan tindakan bedah untuk modifikasi dan memperbaiki bentuk tulang pada daerah lutut yang rusak akibat pengapuran. Caranya dengan memotong atau membuang tulang, sehingga bentuk dan arah beban terhadap sendi lutut menjadi normal atau mendekati normal. Tindakan ini dapat mengembalikan gerakan lutut dan menghilangkan nyeri. Seseorang yang sudah menjalani terapi ini, di masa depan bisa saja perlu dilakukan terapi penggantian sendi.

Artroplasti, dikenal juga dengan operasi untuk mengganti sendi lutut (total knee replacement). Ahli bedah mengganti bagian tulang paha dan tulang tungkai bawah dengan komponen tertentu, sehingga sendi lutut dapat bergerak kembali. Bagian tertentu atau seluruh bagian sendi lutut diganti. Tindakan ini dapat memberikan hasil yang memuaskan bagi penderita.

Penulis : Gatot Ibrahim

Konsultan :

dr Andre Pontoh SpOT

Pakar Knee Surgery and Sports Injury

RS. Fatmawati,Jakarta

Incoming search terms:

  • pengapuran sendi
  • terapi pengapuran sendi lutut
  • terapi pengapuran sendi
  • gambar pengapuran sendi lutut
  • tulangsendi
  • terapi pengapuran pada sendu lutut
  • terapi lutut kaki O anak
  • terapi kaki anak berbentuk o
  • pengobatan bagi penderita pengapuran lutut
  • Pengapuran tulang sendi lutut